Berkebun di Ruko

Sejak pindah ke ruko tahun lalu, gue jadi punya space yang lebih luas di rumah. Setelah sebelumnya gue tinggal di apartemen 30 meter persegi dan sebelumnya lagi di kos-kosan yang juga mungil, tiba-tiba punya lahan yang agak legaan gini emang bikin jadi pengen mengisi dengan sesuatu. Dan salah satu yang menarik hati adalah jadi pengen punya tanaman.

Tanaman pertama yang gue adopsi adalah karet kebo. Berdasarkan rekomendasi sekitar, konon katanya tanaman jenis ini bandel banget, bisa hidup di dalam ruangan, ga perlu banyak air, dan ngurusnya ga repot. Okeh beli!

Langsunglah dia mejeng di ruang tamu. Sempet gue kasi nama “Groot” tapi sayangnya dia tidak berumur panjang karena baru juga berapa lama tinggal bersama dia lalu sakit-sakitan :(

Puncaknya adalah pas bulan Oktober tahun lalu, semua daunnya kuning lalu kering dalam waktu cuma seminggu. Sempat diautopsi bagian akarnya terus kami berkesimpulan ini bocah rupanya memang hasil cangkok yang gagal. Harusnya dia dibongkar dan dipindah ke tanah sejak berapa minggu diadopsi, tapi karena kami even gatau itu cangkokan ya wassalam.

Alhasil biar cepat move on, gue segera mencari pengganti Groot yang juga konon katanya sangat mudah ngurusnya! Please welcome, lidah mertua πŸ₯°

Nah untuk si lidah mertua ini ga pake acara gue namain sebenarnya, tapi ajaibnya dia jauh lebih bahagia ketimbang si Groot dulu. Bahkan pas libur akhir tahun gue ke Manado dan Bali pun, habis ditinggal lama eh pulang pulang dia malah bertunas. Ini ajaib sih.

Saking girangnya liat mereka beranak pinak, gue jadi makin semangat membiarkan dia happy dan mendapatkan lingkungan terbaik, sehingga si lidah mertua ini malah gue naikin ke atap πŸ˜‚ sungguh durhaka ya aqhu.

Tapi beneran, logikanya kalo di dalam ruangan aja dia bisa bertunas kayak gitu, apalagi kalau kena udara segar dan cahaya matahari yang cukup kan?

Akhirnya naik kelaslah dia. Ga cuma dia sih, lebih tepatnya semua tanaman gue naik ke atap. Yang tadinya gue sempet menghijaukan rumah dengan pot pot dinding, sekarang semuanya gue pindahin ke atas karena ternyata ngurusnya lebih gampang di atas πŸ˜…

Penampakan waktu baru dibeli
Beberapa minggu kemudian udah pada layu dan rontok

Ngurus lebih gampang di atas tuh emang banyak faktor. Nyiramnya lebih gampang, ada selang dan keran air. Gausa takut becek. Ada sinar matahari langsung. Suhu kadang adem kalo kena angin (sementara di bawah panas kena angin AC). Dan yang terpenting, ada bala bantuan mas mas kantor yang tangannya jauh lebih dingin daripada gue 🀣

Jadi yah begitulah. Sekarang kalau naik ke rooftop, selain bisa cuci baju dan jemur langsung kering (karena panas banget), juga bisa duduk duduk ngopi cantik dengan background ijo ijo. Yuk mampir! Tapi nanti ya kalau vaksin covid sudah ditemukan πŸ€ͺ

ps: bentar lagi ada tambahan kolam ikan hasil karya mas mas kantor yang bosen di rumah aja selama masa pandemi ini. Will update! Hahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s