고생 많았어 살리야

지난 한주간은 정말 힘들었다

살다 살다 보면 이렇게까지 가슴이 아플줄은 몰랐다. 서로 욕만 하고 하루도 빠짐 없이 매일 매일 울어 머리와 마음이 아팠다.

이렇게까지 나 자신이 싫을 줄 몰랐다. 거울 보면 니가 못됐다 니가 바보다 니가 그사람을 왜 용서했는데 니가 못생겼다 니가 부족하다 이런 대화가 계속 돌려 너무 시끄러웠다

요새 회사 일도 무지하게 많은데 퇴근 시간이 되면 또 싸우고… 잠을 못 자는데 술을 과하게 마셔 오히려 토까지 했다

백지영의 노래 총 맞은 것 처럼이 이런 느낌이구나 라는 생각이 들정도로…

하지만 영원한 건 없다라는 말이 맞긴 맞는거 같아. 힘 다 빠졌는데 넘어갈 방법을 몰라서 버티기만 했다. 그런데 어제가 오늘이 되고 오늘이 내일이 되어서 결국에 흘러가는 시간 덕분에 이제야 안 울고 다시 웃기기 시작했다 ^__^

아무리 생각하도 내가 어떻게 그 끔찍한 사건을 지나갈 수가 있다는게 나도 신기하다. 머리 속에 아직 남아있지만 이젠 천천히 잊어지면 된다.

내가 강하니까. 삶은 선택이니까. 나 이 사람을 선택했고 나 나를 위해서 행복하기로 했다.

고생 많았어 살리야. 주말인데 쉬어!

Bosque Part 4

Ini adalah rangkaian percakapan sehari-hari saya dan roommate saya. Kalo rukun ya ngobrolnya gini. Kalo lagi musuhan sih banyakan diem-dieman 🙊

#21 Apasih yang ga boleh

S: “Aku minum (beer) lagi boleh ga?”

F: “Boleeh.. apa sih yang ga boleh buat kamu..”

S: “Serius? Aku resign boleh ga?”

F: “Terus ngapain?”

S: “Ga ngapa2in, nyantai aja di rumah”

F: “Boleeeh…”

S: “Seriusss?!”

F: “Iya, tapi jangan marah ya kalau aku ga pernah ada di rumah”

S: “Kog gitu?”

F: “Iyalah, kan berarti aku harus cari duitnya double”

S: ☹️

#22 Ngantuk pas kerja

S: “Kamu pernah ga sore-sore gitu lagi kerja di kantor terus ngantuk banget?”

F: “Pernah……”

S: “Oyah?! Kamu bisa ngantuk juga kalo kerja? Trus ngapain?”

F: “……… 8 tahun lalu”

#23 Abis nonton pelem Queen

S: “Jadi, drummernya Queen tuh backing vocal plus nyiptain lagu, drummernya Slank juga, even Bob nya The Moffatts nyanyi! Kamu dulu gitu juga ga?”

F: “Ga lah sal”

S: “Kenapa?”

F: “Suaraku kayak kaleng pecah”

#24 Fucked up day

S: “So, hows ur day?”

F: “My day is so fucked up. Maybe we can put it in the guiness book. The most fucked up day of Fajar”

(Tapi ngomongnya pake nada monster)

🤣🤣🤣

#25 Jam kerja bebas

S: “Wah mobil belom dicuci-cuci nih”

F: “Gampanglah, nanti aku cuci aja besok”

S: “Besok? Besok kan Senin?”

F: “Iya bisa-bisa aja, kan aku jam kerjanya bebas!!”

S: “IYE BEBAS KERJANYA MO 30 JAM ATO 40 JAM SEHARI”

#26 Crew Dragon

S: “Wah Spacex udah meluncur”

F: “Iyah, namanya Crew Dragon pula kan”

S: “Yha terus kenapa”

F: “Bukti sal, bahwa ga cuma aku yang punya obsesi sama naga”

F: “Ya ga usa nyama nyamain juga sama Elon Musk.. awas aja punya obsesi kawin berkali-kali juga…” 💩

#27 Bye Earth

‪S: “Gimana perasaanmu ngeliat SpaceX dan NASA?”‬

‪F: “Sedih’”

‪S: “Lho kok? Oh bayangin Indonesia?”‬

‪F: “Iya, kita masih jualan pariwisata, di tempat yang Elon Musk aja udah mau ninggalin”

Crew Dino

Baca juga percakapan-percakapan sebelumnya di Bosque Part 3, Bosque Part 2, dan Bosque Part 1.

Nanti Kita Cerita Tentang Hari-hari Ini

Tentang badan yang kian memberat dan dompet semakin menipis karena jajan mulu di rumah

Tentang social media yang mendadak isinya antara orang tiba-tiba pada hobi masak atau olahraga

Tentang drama Korea yang jadi rajin ditonton padahal sebelumnya mah ga terlalu doyan

Tentang asupan alkohol yang mendadak melonjak tinggi hanya kerna…. bosan

Tentang masa-masa ngidam popcorn bioskop tapi ga ada yang jual versi sama persis (ini XXI dan Cinemaxx pada ga pengen buka di gofood/grabfood apah?!)

Tentang alis dan bebuluan yang dah gondrong banget minta di-wax tapi takut manggil orang ke rumah

Tentang hasrat kangen sama Kokuo tapi again, takut manggil orang ke rumah

Tentang pengalaman baru ikut meeting tanpa mandi atau pake baju proper

Tentang makan malam yang tegang karena yang satu stress kebanyakan kerjaan sementara yang satu stress kekurangan kerjaan

Tentang berantem di rumah karena yang satu pengen jalan-jalan ke rumah orang tua tapi yang satunya ngelarang 😌

Tentang piano yang mendadak kebeli 🤪

Tentang jalan-jalan naik mobil satu nyupir satunya harus di belakang

Tentang moment mellow denger kabar penguin di kebun binatang Batu sukses bertelur berkat lockdown sementara gue sama-sama lockdown tapi….. asudalah 💆🏻‍♀️

Tentang kematian, kebangkitan, dan kenaikan Tuhan Yesus yang dirayakan di kamar aja

Tentang saat-saat tak perlu bingung cara nolak ajakan bukber kalau temennya ga akrab akrab banget

Tentang hari fitri yang dihabiskan dengan tamasya ke rest area arah Serpong demi nyari drive thru Starbucks

Dan yang paling penting..

Tentang kita yang bertahan di masa-masa sulit ini 🤗🔥

EH TAPI SERIUS DEH 2020 BOLEH RESTART AJA GA SIH NEHH 😂

Berkebun di Ruko

Sejak pindah ke ruko tahun lalu, gue jadi punya space yang lebih luas di rumah. Setelah sebelumnya gue tinggal di apartemen 30 meter persegi dan sebelumnya lagi di kos-kosan yang juga mungil, tiba-tiba punya lahan yang agak legaan gini emang bikin jadi pengen mengisi dengan sesuatu. Dan salah satu yang menarik hati adalah jadi pengen punya tanaman.

Tanaman pertama yang gue adopsi adalah karet kebo. Berdasarkan rekomendasi sekitar, konon katanya tanaman jenis ini bandel banget, bisa hidup di dalam ruangan, ga perlu banyak air, dan ngurusnya ga repot. Okeh beli!

Langsunglah dia mejeng di ruang tamu. Sempet gue kasi nama “Groot” tapi sayangnya dia tidak berumur panjang karena baru juga berapa lama tinggal bersama dia lalu sakit-sakitan :(

Puncaknya adalah pas bulan Oktober tahun lalu, semua daunnya kuning lalu kering dalam waktu cuma seminggu. Sempat diautopsi bagian akarnya terus kami berkesimpulan ini bocah rupanya memang hasil cangkok yang gagal. Harusnya dia dibongkar dan dipindah ke tanah sejak berapa minggu diadopsi, tapi karena kami even gatau itu cangkokan ya wassalam.

Alhasil biar cepat move on, gue segera mencari pengganti Groot yang juga konon katanya sangat mudah ngurusnya! Please welcome, lidah mertua 🥰

Nah untuk si lidah mertua ini ga pake acara gue namain sebenarnya, tapi ajaibnya dia jauh lebih bahagia ketimbang si Groot dulu. Bahkan pas libur akhir tahun gue ke Manado dan Bali pun, habis ditinggal lama eh pulang pulang dia malah bertunas. Ini ajaib sih.

Saking girangnya liat mereka beranak pinak, gue jadi makin semangat membiarkan dia happy dan mendapatkan lingkungan terbaik, sehingga si lidah mertua ini malah gue naikin ke atap 😂 sungguh durhaka ya aqhu.

Tapi beneran, logikanya kalo di dalam ruangan aja dia bisa bertunas kayak gitu, apalagi kalau kena udara segar dan cahaya matahari yang cukup kan?

Akhirnya naik kelaslah dia. Ga cuma dia sih, lebih tepatnya semua tanaman gue naik ke atap. Yang tadinya gue sempet menghijaukan rumah dengan pot pot dinding, sekarang semuanya gue pindahin ke atas karena ternyata ngurusnya lebih gampang di atas 😅

Penampakan waktu baru dibeli

Beberapa minggu kemudian udah pada layu dan rontok

Ngurus lebih gampang di atas tuh emang banyak faktor. Nyiramnya lebih gampang, ada selang dan keran air. Gausa takut becek. Ada sinar matahari langsung. Suhu kadang adem kalo kena angin (sementara di bawah panas kena angin AC). Dan yang terpenting, ada bala bantuan mas mas kantor yang tangannya jauh lebih dingin daripada gue 🤣

Jadi yah begitulah. Sekarang kalau naik ke rooftop, selain bisa cuci baju dan jemur langsung kering (karena panas banget), juga bisa duduk duduk ngopi cantik dengan background ijo ijo. Yuk mampir! Tapi nanti ya kalau vaksin covid sudah ditemukan 🤪

ps: bentar lagi ada tambahan kolam ikan hasil karya mas mas kantor yang bosen di rumah aja selama masa pandemi ini. Will update! Hahah

Karyawisata ke Rusia

Jadi sebenarnya awal mula kami bisa liburan ekstrim ke Rusia itu karena gue mau sok-sokan hunting Aurora (tanpa tahu betapa menyiksanya kegiatan hunting tersebut). Ide berkembang jadi reindeer & husky sleigh, lanjut main salju, nonton balet, photoshoot, dan semua yang indah-indah dan lucu-lucu lah ya.

Tapi begitu bola penggodokan ide sudah dilempar ke Fajar, ofkors jalan-jalan kami tidak lagi sekadar canda ria dan bermain-main saja. Leyeh-leyeh di hotel? Huhh apa itu?! 🤣 Otak kalo ga dipake sayang katanya, manusia harus berpikir 24 jam sehari.

That, my friend, is Arctic ocean.

Jadilah jalan-jalan kali ini berasa karyawisata. Tiap ke istana, patung, dan museum dia pasti jelasin dari A sampe Z silsilah atau cerita tentang orang itu. Kalo pas ada audio guide gratis tapi dengerinnya males malesan trus gue nanya ke dia, “Eh jadi ini istananya siapa tadi?” dia beneran pernah jawab, “Lah kamu ga dengerin emang? Tadi dijelasin kog!”

Mariinsky Theatre

Well satu-satunya tempat yg dia diem aja dan cenderung ngantuk cuma pas nonton Nutcracker sih 😂

Tapi yaa gitu. Tujuan utama kami liburan ekstrim tercapai sudah: puas-puasin wisata yang susah medannya sebelum beranak pinak. Oleh karena itu dengan demikian kami nyatakan juga ini adalah liburan winter terakhir kami. Abis ini kalo jalan-jalan yang anget aja deh, at least suhunya yang di atas 0 derajat lah yaa. Masa kemarin 18 hari suhunya minus terus, siksaan macam apa itu 😫

Jalan-jalan sama Fajar itu rasanya kayak karyawisata sama guru di sekolah. Bossy, semua harus direncanakan dengan baik DAN SANGAT DETIL, restoran harus yang ada reviewnya, dan semuanya dihitung. Jarak, waktu, uang, suhu. Semua yang ada angkanya harus keluar hitung-hitungannya dulu. Kalo udah gini gue beneran salut sih sama siapapun yang pernah kerja bareng atau lebih parah lagi, dikerjain dia. (Yes anak-anak Syntek, Im referring to you guys hahahaha. Maksudnya ya kalo gue kan dimarahin dia bisa ngamuk balik atau membodoh-bodohi dia ya, kalau kalian? 😂 Salut!! 🤣)

Tapi balik lagi ke suasana karyawisata itu, jalan-jalan sama Fajar itu jadinya seperti jalan-jalan sama Wikipedia. Dia hafal silsilah kekaisaran Rusia, dia tahu anaknya Stalin yang pertama matinya gimana, dia paham mana gereja di Moscow yang tadinya dihancurin buat jadi gedung parlemen komunis tapi batal karena tentara Jerman keburu mendekati kota jadi pondasi gedung dibongkar lagi buat bikin benteng, dan dia ofkors bisa menjelaskan dengan rinci pembangkit listrik di kapal pemecah es itu kalo dianalogikan dengan listrik di indo bisa menerangi berapa pulau :))

Ohiya btw kami di Rusia lumayan lama, karena sama-sama ngabisin cuti ceritanya. Dan untungnya ngambil waktu lama sih, soalnya ke Rusia pas winter itu kebagian sinar mataharinya cuma sebentar banget :( jadi dalam sehari ngga bisa maksimal jalan-jalannya, baru keluar bentar terus matahari udah terbenam jadinya makin dingin dan selimut pun semakin dirindukan.

  • 25 Des 2018: Flight Jakarta-Bangkok
  • 26 Des 2018: Flight Bangkok-Moscow
  • 27 Des 2018: Flight Moscow-Murmansk
  • 28 Des 2018: Murmansk city tour dan aurora hunting
  • 29 Des 2018: Main ke Teriberka
  • 30 Des 2018: Lovozero village, husky ride
  • 31 Des 2018: Flight Murmansk-Saint Petersburg
  • 1 Jan 2019: Peter and Paul Fortress and Cathedral
  • 2 Jan 2019: Yusupov Palace, nonton Nutcracker di Mariinsky Theatre!
  • 3 Jan 2019: Kelilingin Hermitage
  • 4 Jan 2019: Foto Sweet Escape, mampir ke St. Isaac’s Cathedral, Palace Square, Church of Saviour on Spilled blood, Kazan Cathedral
  • 5 Jan 2019: Tsarskoye Selo Palace
  • 6 Jan 2019: St. Isaac’s Cathedral, Field of Mars, State Russian Museum, Marble Palace, Mikhailovsky Palace, ikut misa di St. Catherine, lalu malamnya naik kereta ke Moscow
Sleeper train!
  • 7 Jan 2019: Arbat Street, Patriarch’s Ponds, Bolshoi Theatre, Izmailovsky Market, Sparrow Hills
  • 8 Jan 2019: Voskresensky Gates, Lenin Mausoleum (+Stalin, Brezhnev), St. Basil’s Cathedral, Kremlin State Armoury, Assumption, Archangel, Annunciation Cathedral,
  • 9 Jan 2019: Poklonnaya Hill Victory Park, Great Patriotic War Museum, Moscow Radisson boat cruise, Christ the Saviour Cathedral
  • 10 Jan 2019: Novodevichy cemetery (haha harus banget ke kuburan pas liburan), lalu malamnya flight ke Bangkok lanjut Jakarta

Oh dan buat yang penasaran kami jalan-jalannya bawa laptop atau tidak, ohoho tentu saja bawa 😂 sempet beberapa kali kami masih diingetin kerjaan (kebanyakan dia sih), tapi guna laptop paling utama buat mindahin foto dan nonton film kog :)) karena sesungguhnya hotel di Rusia kaga ada yang punya HBO atau Fox Movies, jadi kalau kami kedinginan dan mau cari hiburan aja di rumah, ofkors kembali bergantung pada laptop.

St Petersburg

Lagipula setiap malam sebelum tidur Fajar pasti buka googlemap dan bikin peta sendiri kayak gini, gimana mungkin ga bawa laptop?

Moscow

Libur akhir tahun di tempat yang dingin banget, done! Abis ini yang anget-anget aja lah. Susah dingin-dinginan lagi hahaha.

The New Normal

Terakhir ngantor tanggal 17 Maret. Dan sekarang, memasuki minggu ke-5 (atau ke-6 ya ini teh?), rasanya udah biasa aja gitu mendekam di rumah. Beberapa kebiasaan baru yang sekarang rasanya jadi biasa aja di antaranya adalaah…

  1. Semua meeting otomatis berubah jadi concall. Dua concall sekaligus dalam waktu bersamaan? Nailed it!
  2. Ulang tahun dirayakan online. Am talking about Fajar’s birthday ya. Ga kebayang sih kalo sampe ulang tahun gue nanti juga masih kayak gini, uwaw lama juga >.<
  3. Papa rajin kirim selfie dengan APD lengkap. Puji Tuhan sekarang beliau stop praktek dulu, jadi lebih sering di rumah, masak dan berkebun.
  4. Ruang kerja jadi banyak. Kadang di meja proper, kadang di kasur, kadang di sofa, kadang juga pindah ke rooftop sambil liat yang ijo-ijo..
  5. Weekend diisi dengan movie night, atau masak-masak night! So far udah 2x berturut-turut kami masak-masak di atap. Oke sih, cuma investasinya lumayan ya, jadi beli pan, kompor, aneka bumbu, aneka daging.. wk bye bye money :(
  6. Semua groceries stuff dibeli online. Kami fix jadi pengguna setia Happy Fresh sekarang.
  7. Netflix adalah sumber kehidupan. Kalo butuh refreshing abis kerja atau pas weekend, slogannya adalah, “apa lagi, apa lagi slain nonton netflix?”
  8. Ibadah online! So far udah ngelewatin Minggu Palma, Jumat Agung, dan Minggu Paskah dengan online. Kangen sih gereja kayak biasa, tapi ternyata ini juga menyenangkan karena praktis sekali huhehe
  9. Konsultasi dokter online. Sempet ada keluhan gatel-gatel gitu gue, terus ke mana lagi ku harus mengadu selain ke dokter spesialis tapi online? Karena ogah lah ya harus ke RS di masa-masa kayak gini…
  10. Booze night every night >.< Emang ternyata lebih enak minum-minum di rumah sih, ngantuk dikit langsung rebahan, ga perlu nyetir dulu ato pesen grab dulu. Haha!

Jadi intinya so far ku menikmati aksi rumahan ini. Semua jadi bisa dibeli online, dan ga pernah kena macet lagi. Kangen sih ke mall, atau nonton bioskop, atau karaokean. Oh dan terutama kangen banget ketemu mama papa serta keluarga dan teman-teman lain.

Tapi untuk urusan kerja dan menghibur diri di rumah? Sebagai introvert, ku happy! Haha emang gue aslinya mager ternyata. Home is always the best.

PR gue adalah harus lebih banyak bergerak dan lebih sedikit belanja sih. Karena sesungguhnya aksi dirumahkan ini membuat timbangan lebih berat, dan keuangan lebih sesak T__T

Closing Down The Year – Goodbye 2019

Tahun yang baru udah jalan 2 bulan, bahkan tahun baru cina pun udah lewat, dan baru sekarang gue nulis ini :)) Ya gimana ya, udah makin jarang update blog akhir-akhir ini, tapi postingan rutin ini distop juga sayang. Terus gue baru sadar pula edisi tahun lalu nya ngga ada hahaha damn kelongkap satu tahun! Jadi kalo mo baca postingan serupa harus mundur ke 2017 yah.

Baca: Closing Down The Year – Goodbye 2017

Anyway, 2019 sucks. There I said it. As much as I tried to be more grateful and see the positive side of whatever happened in the past year, still couldn’t find a  better word to recap.

So yes, I was very very very looking forward to saying goodbye to 2019, and I was genuinely happy I got the chance to bid farewell to 2019 with my closest family in Manado and Bali!

Likupang

Dan untuk tahun 2020 ini.. satu kata yang gue pilih untuk dijadikan motto mungkin pasrah kali ya hahahaha. Pasrah sama semua rancangan Tuhan, karena gue ngalamin sendiri, manusia berencana, Tuhan berkehendak.

Masih banyak sih tanda tanya di kepala, baik itu dalam kehidupan pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari.. tapi kalo tanda tanya nya ga bisa dijawab dan ga bisa dihilangkan, ya terus musti gimana lagi selain dijalanin aja? Ehe~

Sehat-sehat ya semuanya! Jiwa dan raga :D

Hidup Tanpa Ngantor Akhir-akhir Ini…

  • Finalize KK
  • Balik nama BPKB mobil
  • Ganti alamat SIM
  • Mutasi NPWP
  • Buat SKCK
  • Beli asuransi mobil
  • Pasang kamera belakang mobil
  • Ikut 2 training
  • Membuahkan 2 sertifikat
  • Ambil paklaring di kantor lama
  • Nonton 3 film sama Mama (yeay!)
  • Belajar bercocok tanam (meski banyak yang mati)
  • Merapikan semua dokumen penting
  • Scan semua dokumen penting
  • Beli pohon natal
  • Ke dokter kandungan
  • Coba beli saham
  • Lanjutin nonton The Crown
  • Quality time sama mama
  • Nemenin ponakan les piano
  • Berenang
  • Lari
  • Berumur 30

So far so good. Ada hari-hari gue merasa bersalah karena seharian banyakan nonton netflix nya daripada belajar, tapi ada hari-hari di mana gue lebih cape daripada pas masih ngantor :))

Sungguhlah hidup sama Fajar bikin gue mau ga mau mengubah mindset untuk selalu menggunakan waktu dengan lebih produktif. Leha-leha adalah kegiatan yang sangat mewah untuk dia, dan ini sedikit banyak nular ke gue. Contohnya adalah ketika Fajar nanya, “Kamu ga jadi travelling sama mama?” Terus gue bisa-bisanya otomatis jawab, “Sayang uangnya, kayanya aku ga butuh-butuh amat wisata. Lagian mama lebih suka nonton bioskop di Jakarta.” Wk this is not me. 6 tahun lalu gue bisa dapet libur sehari aja langsung book tiket ke HK buat long weekend-an 3 hari 2 malem. Sekarang mau ke Bandung pun mikir-mikir hahahah. But it’s okay! Kalau orang lain suka jalan-jalan atau sekadar staycation, bukan berarti gue juga harus demikian yekaan.

Btw, baca buku belom sempet-sempet nih, Sal?

The End of an Era – Akhirnya Resign!

4 tahun 2 bulan 10 hari!

Gue tau banyak orang yang kerja jauh lebih lama daripada itu, tapi buat gue sendiri 4 tahun ini waktu terlama gue mengabdi di satu perusahaan. Ngalamin sendiri gimana dulu elevenia ada di Top 3 e-commerce Indonesia, lalu mulai ada penurunan, sampai akhirnya ganti kepemilikan, kemudian jadi ada kesempatan untuk ngembangin produk baru dari nol, punya tim baru, belajar jauh lebih banyak lagi di tim yang baru ini, hingga akhirnya gue tiba di waktu paling tepat untuk maju ke tahap selanjutnya, di tempat lain.

Jadi karyawan di elevenia tuh emang gampang-gampang susah. Gampangnya, ya perusahaan ini super nyaman. Apalagi untuk gue yang udah 4 tahun kerja di sini, waw nyaman sekali dan sudah kenal semua orang pula. Tapi susahnya, jadi susah keluar ahuhahaha. Susah karena ketahan oleh pikiran sendiri, “Emang di luar sana bisa nyari yang senyaman ini?” dan susah karena dipertanyakan oleh orang lain, “Lu ngapain aja di elevenia selama itu kagak cabut-cabut?” terus gelagapan jawabnya hahaha.

Anyway gue sungguh bersyukur dan berterima kasih sama Tuhan bisa berkesempatan kerja bareng dan kenal banyak orang di perusahaan ini. Meskipun kerja di sini ga selalu menyenangkan dan ada momen-momen gue stress sampe paling parahnya nangis di toilet saking ga tahan lagi (ahahah drama lu sal), tetep aja semuanya disyukuri. Karena kan konon kata pepatah masa kini:

We met for a reason, either you are a blessing or a lesson.

So here I am: 3 departments, 3 GMs, 4 birthdays, 1 wedding, 2 iphones (lol) and 1 miscarriage later…

FDCG8709.jpeg

20191031_062927820_iOS.jpg

Signing out!

So They Said I Married a Genius

Minggu lalu gue berkesempatan nemenin Fajar jadi pembicara di sebuah camp renewable energy. (Yes, ada lho camp seperti ini, gue pun baru tau hahaha)

Sesinya hari Sabtu sore jam 4, tapi kami sudah tiba di TKP sejak jam makan siang. Basa-basi sedikit sama panitia dan beberapa mentor lain, terus semua orang yang kami temui pasti bilang, “Wah mas kita udah nungguin nih sesinya. Tadi di kelas juga kita udah bilang, kalau ada pertanyaan, puas puasin aja tanya sama Mas Fajar di sesi terakhir.

Kemudian sore itu berlanjut dan untuk pertama kalinya gue akhirnya menyaksikan langsung orang ini presentasi di depan umum. 6 tahun kenal, baru kali ini lho gue lihat dia presentasi hahah. Dan dari belakang gue lihat, banyak orang yang nyatet kata-kata dia, motret pptnya, dan aktif bertanya. Dalam hati gue mikir, WAW ini orang beneran jago ya di bidangnya? :))

Satu minggu berlalu, dan hari ini gue disibukkan dengan bantuin dia sebar iklan lowongan pekerjaan untuk posisi site manager PLTS Likupang. Salah satu orang yang gue hubungi untuk minta tolong sebar iklannya adalah dosen Unsrat yang dulu pernah sama-sama kuliah di Busan. Gue ragu sih bapak ini kenal dengan Fajar, karena masa tinggal di Koreanya juga beda, dan kotanya pun jauhh.

Tapi terus si bapak membalas pesan gue dengan, “Oke siap Mbak Sali, tapi jangan expect skillnya sama kayak Mas Fajar yah, we are local engineers..

Ini cuma dua dari sekian banyak momen gue dikasi tau bahwa roommate gue pinter setengah mati. Dan iya, gue bangga banget kog dengernya <3 Gak pernah putus juga gue kumandangkan kembali pujian-pujian ini ke telinga dia kalau dia lagi merasa stress dan cupu berat.

Tapi yang jadi pertanyaan gue adalah, kalau emang kata orang dia sepinter itu, kenapa kalo di depan gue rasa-rasanya tetep gue lebih pinter dari dia ya? HAHAHAH. Aduh perkara mandi lah kagak bawa handuk, barang lah bolak balik ketinggalan, headset sebulan sekali ilang, parkir HAMPIR SELALU LUPA di mana…

Hehehe thank you for showing me the other side of you, Mr. Genius. Nope, ku menulis begini bukan berarti ku tak menerima sisimu yang kurang begitu pintar ini kog. Lagipula toh aku sudah menemukan solusi untuk kamu yang suka lupa bawa handuk (dengan cara taro jemurannya di depan pintu kamar mandi PERSIS), sering ketinggalan barang (teror pake wasap, tulis di evernote, jangan lupa masukin google calendar), headset sebulan sekali ilang (ya beli lagi aja tiap bulan, dont rich people difficult lah), dan sering lupa parkir di mana (ketawa aja sambil ikut muterin parkiran).

Sungguhlah menyayangi kamu itu pekerjaan berat, Fajar. Tapi untungnya ku pekerja keras!! (Mungkin ini bisa gue cantumkan di CV yah berikutnya kalau mau nyari kerja?)

And so they said I married a genius.

Tapi coba dipikir lagi deh. Kalau ada perempuan, yang konon katanya kurang pintar, berhasil menarik perhatian laki-laki, yang konon katanya super pintar, sampe akhirnya mereka jadian dan menikah… itu sebenernya yang jenius yang mana? :))